Brilio.net - Baru buka laptop, sudah ada chat dari atasan. Belum selesai membalas, email masuk. Di saat yang sama, ada pekerjaan yang deadline-nya hari ini, revisi dari kemarin, dan tugas rutin yang tetap harus dikerjakan.

Kalau semua terlihat mendesak, biasanya masalahnya bukan cuma banyaknya pekerjaan. Kita belum punya urutan yang jelas untuk menentukan mana yang harus dikerjakan lebih dulu.

Cara membuat daftar prioritas pekerjaan bisa dimulai dari hal sederhana: keluarkan semua tugas dari kepala, lalu urutkan berdasarkan deadline, dampak, dan siapa yang membutuhkannya.

cara membuat daftar prioritas pekerjaan © 2026 brilio.net

cara membuat daftar prioritas pekerjaan
© 2026 brilio.net/Gemini AI



Jangan langsung mengerjakan semuanya, pisahkan dulu tugasnya

Kesalahan yang sering terjadi ketika pekerjaan menumpuk adalah langsung mengerjakan tugas yang paling cepat diselesaikan.

Padahal, tugas yang cepat belum tentu menjadi tugas yang paling penting.

Langkah pertama, tuliskan semua pekerjaan yang sedang ada. Jangan hanya mengandalkan ingatan.

Misalnya:

  • membuat laporan bulanan;
  • revisi presentasi;
  • membalas email klien;
  • mengecek data;
  • menghadiri rapat;
  • menyelesaikan pekerjaan rutin;
  • memperbaiki dokumen yang diminta atasan.

Setelah semuanya tertulis, tambahkan informasi sederhana di samping setiap tugas:

deadline → dampak → siapa yang menunggu → estimasi waktu.

Dengan begitu, kamu bisa melihat seluruh beban kerja sekaligus dan tidak berpindah-pindah tugas hanya karena ada notifikasi baru.

Bedakan "urgent" dengan "baru saja diminta"

Pekerjaan yang baru masuk memang terasa mendesak karena baru saja muncul di layar.

Namun, baru diminta tidak otomatis berarti harus dikerjakan paling dulu.

Contohnya, atasan mengirim revisi kecil melalui chat dan meminta segera dicek. Di sisi lain, laporan yang harus dikirim ke klien memiliki deadline satu jam lagi.

Keduanya penting, tetapi dampak dan batas waktunya berbeda.

Tentukan mana yang benar-benar harus selesai lebih dulu

Setelah semua pekerjaan dicatat, gunakan tiga pertanyaan ini untuk mengurutkannya:

1. Mana yang deadlinenya paling dekat?

Pekerjaan yang harus selesai dalam satu jam tentu perlu mendapat perhatian lebih dulu dibanding pekerjaan yang baru dibutuhkan besok.

2. Mana yang dampaknya paling besar?

Ada pekerjaan yang terlihat kecil tetapi menjadi penghambat pekerjaan orang lain.

Misalnya, kamu hanya perlu mengirim data selama 10 menit, tetapi tim lain tidak bisa melanjutkan presentasi sebelum data tersebut diterima.

Pekerjaan seperti ini layak dipertimbangkan sebagai prioritas.

3. Mana yang benar-benar harus dikerjakan oleh kamu?

Tidak semua pekerjaan harus kamu selesaikan sendiri.

Kalau ada tugas yang bisa didelegasikan, dibagi dengan anggota tim, atau cukup dikonfirmasi kepada orang lain, masukkan kemungkinan tersebut dalam daftar.

Kamu tidak harus membuat sistem yang rumit. Cukup gunakan kategori seperti berikut:

PrioritasKondisi pekerjaanTindakan
1Deadline dekat dan berdampak besarKerjakan lebih dulu
2Penting tetapi masih punya waktuJadwalkan
3Bisa dibantu orang lainDelegasikan/bagi
4Tidak mendesakTunda sesuai kebutuhan

 

cara membuat daftar prioritas pekerjaan © 2026 brilio.net

cara membuat daftar prioritas pekerjaan
© 2026 brilio.net/Gemini AI



Buat daftar prioritas dengan urutan yang realistis

Setelah mengetahui mana yang harus didahulukan, jangan memasukkan 15 pekerjaan sekaligus sebagai "prioritas utama".

Kalau semuanya diberi label prioritas tinggi, kamu tetap akan bingung harus mulai dari mana.

Coba buat tiga kelompok:

1. Kerjakan sekarang

Tugas yang memang harus mendapat perhatian dalam waktu dekat. Contoh:

  • laporan yang deadline pukul 14.00;
  • data yang dibutuhkan tim untuk rapat pukul 15.00.

2. Kerjakan setelahnya

Tugas penting yang bisa dikerjakan setelah prioritas pertama selesai. Contoh:

  • revisi artikel;
  • mengecek dokumen internal.

3. Jadwalkan

Tugas yang belum mendesak dan bisa ditempatkan pada waktu tertentu. Contoh:

 

 

  • merapikan folder;
  • memperbarui template;
  • pekerjaan rutin yang deadline-nya masih beberapa hari lagi.

Jangan lupa memperhitungkan waktu yang benar-benar tersedia.

Kalau jam kerja tersisa lima jam, jangan membuat daftar seolah-olah kamu punya waktu untuk menyelesaikan pekerjaan selama delapan jam.

Sisakan ruang untuk rapat, membalas pesan, revisi, dan pekerjaan tak terduga.

Kalau semua diminta segera, jangan menebak prioritas sendiri

Ada kondisi ketika beberapa orang meminta pekerjaan dalam waktu yang hampir bersamaan.

Atasan meminta laporan segera. Tim lain meminta data. Klien menunggu revisi. Semuanya menggunakan kata seperti "secepatnya".

Dalam situasi seperti ini, jangan langsung berpindah-pindah pekerjaan.

Kamu bisa mengonfirmasi prioritas kepada atasan.

Contohnya:

“Saat ini saya sedang menyelesaikan laporan A yang perlu dikirim pukul 14.00. Di saat yang sama ada permintaan B dan C. Dari ketiganya, mana yang sebaiknya saya prioritaskan lebih dulu?”

 

Kalimat tersebut bukan berarti menolak pekerjaan. Kamu justru memberikan gambaran mengenai beban yang sedang dikerjakan dan meminta arahan mengenai urutannya.

Kalau prioritas berubah, ubah juga daftar pekerjaanmu.

Tidak perlu merasa daftar yang sudah dibuat harus selalu dipatuhi. Prioritas memang bisa berubah ketika deadline, kebutuhan tim, atau arahan kerja berubah.

Hindari berpindah-pindah tugas terlalu sering

Misalnya baru mengerjakan laporan 10 menit, kemudian pindah ke email. Lima menit kemudian membuka revisi. Setelah itu kembali ke laporan.

Cara seperti ini bisa membuat pekerjaan terasa tidak pernah selesai.

Jika memungkinkan, selesaikan satu bagian pekerjaan yang sedang menjadi prioritas sebelum berpindah ke tugas berikutnya.

Untuk pekerjaan yang memang harus menunggu respons orang lain, tandai sebagai waiting agar kamu tidak terus memikirkannya.

Checklist sebelum mulai bekerja

Gunakan checklist ini ketika pekerjaan mulai terasa berantakan:

 

Daftar prioritas bukan berarti semua pekerjaan harus langsung selesai. Fungsinya adalah membuat kamu tahu pekerjaan mana yang sedang dikerjakan, mana yang menunggu, dan mana yang memang belum perlu disentuh.

FAQ

Bagaimana cara menentukan prioritas pekerjaan?

Tentukan berdasarkan deadline, dampak pekerjaan, ketergantungan tim, serta apakah tugas tersebut memang harus dikerjakan oleh kamu. Setelah itu, susun urutan dari yang paling perlu ditangani.

Apa yang harus dilakukan kalau semua pekerjaan terasa urgent?

Tulis seluruh pekerjaan terlebih dahulu, lalu bandingkan deadline dan dampaknya. Jika beberapa tugas benar-benar memiliki prioritas yang sama, minta atasan menentukan urutan yang perlu didahulukan.

Berapa banyak pekerjaan yang sebaiknya menjadi prioritas utama?

Tidak ada jumlah yang berlaku untuk semua pekerjaan. Namun, membatasi daftar "kerjakan sekarang" menjadi beberapa tugas utama dapat membantu kamu menjaga fokus.

Apakah pekerjaan yang baru diminta harus langsung dikerjakan?

Tidak selalu. Pekerjaan baru perlu dibandingkan dengan tugas yang sedang berjalan, terutama dari sisi deadline dan dampaknya. Jika prioritasnya tidak jelas, konfirmasikan kepada pihak yang memberikan tugas.

Bagaimana kalau prioritas pekerjaan berubah di tengah hari?

Perbarui daftar berdasarkan deadline atau arahan terbaru. Pindahkan pekerjaan yang berubah prioritas dan catat pekerjaan yang harus dilanjutkan setelah tugas baru selesai.