Brilio.net - Kadang yang bikin ragu di pekerjaan bukan karena kita tidak tahu apa yang harus dikerjakan, tetapi tidak tahu apakah hasilnya sudah sesuai harapan atasan.

Menunggu evaluasi resmi sebenarnya bisa menjadi salah satu pilihan. Namun, kamu juga bisa lebih dulu meminta feedback. Cara ini membantu kamu mengetahui bagian yang sudah berjalan baik sekaligus hal yang masih perlu diperbaiki.

Yang penting, jangan sekadar bertanya, “Pak/Bu, kerja saya sudah bagus belum?” Pertanyaan yang terlalu umum justru bisa membuat feedback yang diterima kurang jelas.

Kapan waktu yang tepat meminta feedback kerja ke atasan?

Tidak harus menunggu akhir tahun atau saat evaluasi kinerja. Feedback bisa diminta setelah menyelesaikan pekerjaan tertentu, menjalankan proyek, atau ketika kamu ingin memastikan cara kerja yang dilakukan sudah sesuai.

Beberapa momen yang bisa dipertimbangkan:

  • Setelah menyelesaikan proyek atau tugas penting.
  • Setelah mendapat tanggung jawab baru.
  • Setelah beberapa waktu menjalankan cara kerja baru.
  • Ketika hasil pekerjaan belum sesuai target dan kamu ingin tahu bagian yang perlu diperbaiki.
  • Saat akan mengerjakan proyek serupa dan ingin menghindari kesalahan sebelumnya.

Kalau pekerjaan sedang sangat padat dan atasan terlihat sibuk, kamu bisa meminta waktu khusus daripada langsung mengajukan pertanyaan panjang di tengah pekerjaan.

Siapkan hal ini sebelum meminta feedback

cara minta feedback ke atasan © 2026 brilio.net

cara minta feedback ke atasan
© 2026 brilio.net/Gemini AI

Supaya pembicaraan tidak melebar, sebaiknya kamu datang dengan konteks yang jelas.

Pertama, tentukan pekerjaan yang ingin dibahas.

Misalnya, kamu ingin meminta feedback mengenai presentasi yang baru selesai, laporan bulanan, atau proyek yang kamu pegang.

Kedua, evaluasi pekerjaanmu sendiri.

Coba pikirkan tiga hal:

  • Apa yang menurutmu sudah berjalan baik?
  • Bagian mana yang masih membuatmu ragu?
  • Apa yang ingin kamu perbaiki?

Ketiga, siapkan pertanyaan yang spesifik.

Daripada bertanya:

“Ada feedback untuk saya?”

Lebih jelas jika kamu bertanya:

“Dari laporan yang saya buat, bagian mana yang menurut Bapak/Ibu masih perlu saya perbaiki?”

Pertanyaan spesifik membuat atasan lebih mudah memberikan masukan yang bisa langsung kamu tindak lanjuti.

Checklist sebelum meminta feedback

✅ Checklist sebelum meminta feedback
☐ Tentukan pekerjaan yang ingin dibahas
☐ Catat bagian yang menurutmu sudah berjalan baik
☐ Tentukan bagian yang masih membuatmu ragu
☐ Siapkan 2–3 pertanyaan spesifik
☐ Pilih waktu yang memungkinkan untuk berdiskusi

 

Cara meminta feedback kerja ke atasan

cara minta feedback ke atasan © 2026 brilio.net

cara minta feedback ke atasan
© 2026 brilio.net/Gemini AI

Setelah siap, kamu bisa mengikuti alur sederhana berikut.

1. Minta waktu terlebih dahulu

Tidak semua feedback harus dilakukan lewat meeting formal. Kalau pembahasannya cukup panjang, tanyakan apakah atasan punya waktu untuk berdiskusi.

Contohnya:

“Pak/Bu, kalau ada waktu minggu ini, saya ingin minta feedback sebentar mengenai pekerjaan [nama pekerjaan]. Kira-kira kapan waktu yang nyaman?”

2. Jelaskan konteksnya

Setelah mendapat waktu, langsung jelaskan pekerjaan yang ingin dibahas.

“Saya ingin mengevaluasi hasil proyek kemarin supaya untuk pekerjaan berikutnya saya bisa lebih baik.”

3. Tanyakan bagian yang spesifik

Kamu bisa menggunakan pertanyaan seperti:

“Menurut Bapak/Ibu, bagian mana yang sudah sesuai?”
“Apa yang paling perlu saya perbaiki?”
“Apakah ada cara kerja saya yang sebaiknya diubah?”
“Kalau mengerjakan proyek serupa lagi, apa yang sebaiknya saya lakukan berbeda?”

4. Dengarkan sampai selesai

Jangan buru-buru menjelaskan atau membela diri ketika mendapat kritik. Catat poin yang menurutmu penting, terutama kalau feedback tersebut berkaitan dengan hasil pekerjaan yang konkret.

5. Pastikan kamu memahami masukan tersebut

Kalau ada bagian yang kurang jelas, kamu boleh meminta contoh.

“Berarti untuk pekerjaan berikutnya, saya sebaiknya lebih banyak memberikan data pendukung di bagian tersebut, ya?”

Dengan begitu, kamu tidak hanya menerima kritik, tetapi juga memahami tindakan yang perlu dilakukan setelahnya.

Contoh kalimat untuk meminta feedback

Kalau kamu bingung harus mulai dari mana, beberapa format berikut bisa disesuaikan dengan situasi.

Lewat chat:

💬 Contoh kalimat
“Pak/Bu, saya ingin minta feedback terkait pekerjaan [nama pekerjaan] yang kemarin saya kerjakan. Kalau ada waktu, saya ingin tahu bagian yang sudah sesuai dan apa yang masih perlu saya perbaiki.”

 

Saat bertemu langsung:

💬 Contoh kalimat
“Saya ingin mengevaluasi pekerjaan yang kemarin. Menurut Bapak/Ibu, apa yang sudah saya lakukan dengan baik dan bagian mana yang sebaiknya saya tingkatkan?”

 

Setelah mendapat tugas baru:

💬 Contoh kalimat
“Supaya saya tidak mengulang kesalahan yang sama, boleh saya minta feedback untuk pekerjaan yang kemarin? Saya ingin menjadikannya acuan untuk tugas berikutnya.”

 

Kalau ingin feedback yang lebih rutin:

💬 Contoh kalimat
“Kalau memungkinkan, saya ingin sesekali mendapat feedback singkat tentang pekerjaan saya supaya bisa tahu apakah ada hal yang perlu saya perbaiki.”

 

Intinya, kamu tidak perlu membuat permintaan feedback terdengar seperti pengajuan resmi. Yang lebih penting adalah jelas mengenai pekerjaan yang dibahas dan apa yang ingin kamu ketahui.

Kalau feedback yang diberikan ternyata kritis, harus bagaimana?

Tidak semua feedback akan terasa nyaman didengar. Bisa saja atasan menunjukkan kesalahan yang sebelumnya tidak kamu sadari.

Coba pisahkan antara kritik terhadap pekerjaan dan penilaian terhadap dirimu sebagai pribadi.

Kalau masukan masih terlalu umum, kamu bisa bertanya:

“Boleh diberi contoh bagian yang perlu diperbaiki supaya saya lebih paham?”

Kalau sudah jelas, tentukan tindakan berikutnya.

FeedbackTindak lanjut
Hasil kerja kurang detailPeriksa kembali data dan informasi sebelum dikirim
Komunikasi kurang jelasGunakan konteks dan poin yang lebih terstruktur
Sering terlambat menyelesaikan tugasEvaluasi pembagian waktu dan prioritas
Hasil belum sesuai ekspektasiTanyakan standar atau contoh hasil yang diharapkan

 

Tidak semua masukan harus langsung dijawab dengan pembelaan. Kalau kamu belum sepakat dengan feedback tersebut, kamu tetap bisa memahami alasannya terlebih dahulu sebelum menentukan respons.

Yang penting, jangan sampai permintaan feedback berhenti di percakapan. Kalau memang ada hal yang perlu diperbaiki, gunakan masukan tersebut sebagai acuan pada pekerjaan berikutnya.

FAQ

Kapan sebaiknya meminta feedback kepada atasan?

Kamu bisa meminta feedback setelah menyelesaikan proyek, mendapat tanggung jawab baru, atau ketika ingin mengetahui bagian pekerjaan yang masih perlu diperbaiki. Tidak harus menunggu evaluasi tahunan.

Bagaimana cara meminta feedback tanpa terlihat menuntut?

Minta waktu yang sesuai, jelaskan pekerjaan yang ingin dibahas, lalu ajukan pertanyaan spesifik. Hindari meminta feedback ketika atasan sedang terburu-buru jika pembahasannya membutuhkan waktu.

Apa yang harus ditanyakan saat meminta feedback kerja?

Kamu bisa menanyakan bagian yang sudah baik, hal yang perlu diperbaiki, serta apa yang sebaiknya dilakukan berbeda pada pekerjaan berikutnya.

Bagaimana jika feedback dari atasan berupa kritik?

Dengarkan sampai selesai dan minta contoh jika masukannya masih terlalu umum. Setelah memahami masalahnya, tentukan tindakan yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya.

Apakah harus meminta feedback secara formal?

Tidak selalu. Untuk hal sederhana, feedback bisa diminta lewat chat atau percakapan singkat. Jika pembahasannya cukup kompleks, lebih baik meminta waktu khusus untuk berdiskusi.