- 1. Uang kos, kontrakan, atau cicilan rumah
- 2. Listrik dan air, apakah sudah termasuk biaya sewa?
- 3. Internet rumah, pulsa, dan paket data
- 4. Gas, galon, dan kebutuhan isi ulang
- 5. BPJS Kesehatan dan iuran lain sesuai status kepesertaan
- 6. Iuran lingkungan, keamanan, dan pengelolaan tempat tinggal
- 7. Cicilan, kartu kredit, dan paylater
- 8. Langganan digital yang memotong saldo otomatis
- 9. Buat checklist tagihan bulanan agar tidak lupa membayar
Brilio.net - Punya penghasilan sendiri bukan berarti semua kebutuhan sudah otomatis terhitung. Saat mulai merantau, ngekos, mengontrak rumah, atau tinggal bersama pasangan, ada sejumlah tagihan yang perlu diperhatikan selain uang sewa dan internet.
Misalnya, listrik ternyata belum termasuk biaya kos, air harus dibayar terpisah, atau ada langganan aplikasi yang otomatis memotong saldo setiap bulan. Kalau tidak dicatat, pengeluaran seperti ini bisa membuat uang gajian terasa cepat habis.
Supaya lebih mudah mengatur keuangan, kamu bisa mulai dengan mengenali tagihan yang sesuai dengan kondisi tempat tinggal dan kewajibanmu. Berikut daftarnya.
1. Uang kos, kontrakan, atau cicilan rumah
Biaya tempat tinggal biasanya menjadi salah satu pengeluaran rutin terbesar ketika mulai hidup mandiri. Namun, jangan hanya melihat nominal yang tertera saat pertama kali menyewa tempat.
Periksa kembali perjanjian dengan pemilik kos atau kontrakan. Pastikan kapan pembayaran harus dilakukan, apakah setiap bulan atau beberapa bulan sekaligus, serta fasilitas apa saja yang sudah termasuk dalam biaya sewa.
Jika tinggal di rumah milik sendiri dengan cicilan, masukkan angsuran bulanan sebagai kewajiban tetap sesuai jadwal pembayaran.
Hal yang perlu dicatat:
- Nominal sewa atau cicilan.
- Tanggal jatuh tempo.
- Periode pembayaran.
- Deposit atau biaya tambahan yang harus disiapkan secara terpisah.
2. Listrik dan air, apakah sudah termasuk biaya sewa?
Jangan langsung menganggap listrik dan air sudah termasuk dalam uang kos atau kontrakan. Setiap tempat tinggal bisa memiliki aturan berbeda.
Untuk listrik, penghuni kos mungkin perlu membeli token sendiri atau membayar tagihan sesuai pemakaian. Di tempat lain, biaya listrik bisa sudah termasuk dalam uang sewa dengan ketentuan tertentu.
Begitu pula dengan air. Ada tempat yang menggunakan meteran sendiri, ada yang membagi biaya pemakaian antarpenghuni, dan ada pula yang memasukkannya ke dalam biaya sewa.
Sebelum menyusun anggaran, tanyakan kepada pemilik atau pengelola tempat tinggal mengenai sistem pembayaran tersebut. Dengan begitu, kamu tidak keliru menghitung biaya bulanan.
3. Internet rumah, pulsa, dan paket data
Internet sering menjadi kebutuhan penting, terutama jika kamu bekerja dari rumah, berkomunikasi dengan keluarga, atau menggunakan ponsel untuk aktivitas sehari-hari.
Jika memasang Wi-Fi sendiri, catat tanggal tagihan dan nominal paket yang digunakan. Periksa juga apakah ada biaya pemasangan, masa kontrak, atau ketentuan tertentu ketika ingin menghentikan layanan.
Sementara itu, pengguna paket data perlu memperhatikan masa aktif dan jadwal pembelian ulang. Jika menggunakan Wi-Fi sekaligus paket data, evaluasi apakah keduanya memang dibutuhkan agar pengeluaran tidak tumpang tindih.
Jangan lupa memeriksa apakah biaya internet sudah termasuk dalam uang sewa. Langkah sederhana ini membantu menghindari pencatatan pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu dibayar secara terpisah.
4. Gas, galon, dan kebutuhan isi ulang
Gas LPG dan air minum isi ulang juga perlu masuk dalam perencanaan keuangan. Namun, keduanya berbeda dari tagihan yang memiliki tanggal jatuh tempo tetap.
Pengeluaran ini lebih tepat dicatat sebagai kebutuhan rutin yang harus diisi kembali ketika persediaan habis.
Kamu bisa memperkirakan seberapa sering membeli gas atau galon berdasarkan kebiasaan di rumah. Catatan tersebut membantu menyiapkan uang untuk kebutuhan berikutnya, terutama jika mulai memasak sendiri setelah sebelumnya tinggal bersama orang tua.
Jika tinggal di kos yang menyediakan air minum atau fasilitas memasak, periksa apakah penggunaannya sudah termasuk biaya sewa atau perlu membayar tambahan.
5. BPJS Kesehatan dan iuran lain sesuai status kepesertaan
Iuran kesehatan juga perlu diperiksa ketika mulai mengelola keuangan sendiri. Namun, tidak semua orang harus membayar iuran secara mandiri karena skema pembayarannya bergantung pada status kepesertaan.
Jika iuran BPJS Kesehatan menjadi tanggungan pribadi, catat nominal dan jadwal pembayarannya. Jika kamu terdaftar melalui pemberi kerja atau skema lain, periksa bagaimana iuran tersebut ditangani.
Kamu juga perlu membedakan iuran kesehatan dari asuransi tambahan atau produk perlindungan lain yang mungkin dimiliki.
Intinya, cek status kepesertaan terlebih dahulu sebelum memasukkan nominal ke anggaran. Untuk besaran iuran dan ketentuan terbaru, gunakan informasi resmi BPJS Kesehatan agar tidak keliru.
6. Iuran lingkungan, keamanan, dan pengelolaan tempat tinggal
Jika tinggal di kontrakan, apartemen, atau perumahan tertentu, mungkin ada biaya tambahan untuk kebersihan, keamanan, atau pengelolaan lingkungan.
Besaran dan aturan pembayarannya berbeda-beda. Ada biaya yang dibebankan kepada pemilik, ada yang menjadi tanggungan penghuni berdasarkan perjanjian, dan ada pula yang sudah termasuk dalam biaya sewa.
Karena itu, tanyakan sejak awal siapa yang bertanggung jawab membayar iuran tersebut. Jika harus dibayar sendiri, catat nominal, periode pembayaran, dan pihak yang menerima pembayaran.
Bagi penghuni kos, langkah yang sama juga berlaku untuk biaya kebersihan atau fasilitas tambahan yang tidak termasuk dalam uang sewa.
7. Cicilan, kartu kredit, dan paylater
Kalau memiliki cicilan kendaraan, barang elektronik, kartu kredit, atau paylater, jangan menunggu notifikasi pembayaran untuk mengingat jatuh tempo.
Catat seluruh kewajiban yang benar-benar kamu miliki, termasuk nominal tagihan, tanggal pembayaran, dan sumber dana yang akan digunakan.
Untuk kartu kredit, perhatikan tagihan serta tanggal jatuh tempo pada lembar tagihan. Jika menggunakan paylater atau pinjaman, periksa jadwal pembayaran dan biaya yang berlaku sesuai perjanjian.
Sebaiknya, uang untuk membayar kewajiban tersebut sudah dialokasikan setelah menerima penghasilan. Dengan begitu, dana untuk kebutuhan sehari-hari tidak tanpa sengaja terpakai untuk pengeluaran lain.
8. Langganan digital yang memotong saldo otomatis
Pernah merasa saldo berkurang padahal tidak membeli apa-apa? Salah satu hal yang perlu diperiksa adalah langganan digital yang diperpanjang secara otomatis.
Contohnya, layanan streaming film, penyimpanan cloud, aplikasi produktivitas, atau keanggotaan berbayar lainnya.
Buka daftar langganan di aplikasi atau toko aplikasi yang kamu gunakan. Periksa layanan yang masih aktif, tanggal perpanjangan, dan metode pembayaran yang terhubung.
Jika ada layanan yang sudah tidak digunakan, pertimbangkan untuk membatalkannya sebelum periode berikutnya dimulai. Pastikan pembatalan benar-benar berhasil dan periksa ketentuan penagihan masing-masing layanan.
Meski nominalnya terlihat kecil, beberapa langganan yang aktif bersamaan bisa menambah pengeluaran rutin.
9. Buat checklist tagihan bulanan agar tidak lupa membayar
Setelah mengetahui jenis pengeluaran yang mungkin muncul, langkah berikutnya adalah mencatat tagihan sesuai kondisi pribadi. Kamu tidak harus memiliki semua jenis tagihan di atas.
Gunakan tabel berikut untuk memisahkan kewajiban tetap, pembayaran berdasarkan pemakaian, dan layanan opsional.
| Nama tagihan | Nominal | Jatuh tempo | Status |
|---|---|---|---|
| Kos atau kontrakan | Rp… | Tanggal … | ☐ Belum dibayar |
| Listrik | Rp… | Tanggal … / sesuai kebutuhan | ☐ Belum dibayar |
| Air | Rp… | Tanggal … / sesuai tagihan | ☐ Belum dibayar |
| Internet atau paket data | Rp… | Tanggal … | ☐ Belum dibayar |
| BPJS atau iuran lain | Rp… | Sesuai jadwal | ☐ Belum dibayar |
| Iuran lingkungan | Rp… | Sesuai ketentuan | ☐ Belum dibayar |
| Cicilan atau paylater | Rp… | Sesuai tagihan | ☐ Belum dibayar |
| Langganan digital | Rp… | Tanggal perpanjangan | ☐ Belum dibayar |
| Gas dan air minum isi ulang | Rp… | Saat perlu diisi ulang | ☐ Belum dibeli |
Catatan: hapus baris yang tidak relevan dan tambahkan tagihan lain sesuai kebutuhan. Nominal serta tanggal pembayaran harus diisi berdasarkan tagihan atau perjanjian masing-masing.
Setelah membuat daftar, kelompokkan pembayaran berdasarkan tanggal. Jika menerima gaji pada awal bulan, misalnya, kamu bisa langsung menyisihkan dana untuk kewajiban yang jatuh tempo sebelum gajian berikutnya.
Jangan lupa memisahkan tagihan dari kebutuhan lain seperti makan, transportasi, belanja rumah tangga, dan dana darurat. Semua itu tetap perlu dianggarkan, tetapi tidak semuanya merupakan tagihan dengan tanggal jatuh tempo.
Dengan pencatatan yang jelas, kamu bisa mengetahui berapa penghasilan yang sudah dialokasikan untuk kewajiban rutin dan berapa yang masih tersedia untuk kebutuhan sehari-hari.
Recommended By Editor
- Checklist barang pindah kos, biar nggak bolak-balik beli
- 8 Resep masakan pakai rice cooker mini untuk anak kos, penyelamat dompet dan perut di kala akhir bulan
- Cara menyimpan bahan makanan di kamar kos tanpa kulkas, tetap rapi dan tidak cepat rusak
- Cara olah roti tawar yang mau kaladuarsa jadi masakan lezat, yuk coba resep pizza teflon simpel ini
- 5 Rekomendasi panci listrik mini cocok untuk bikin indomie yang praktis, reviewnya bagus dan awet lama
- Aksi sigap penghuni kos di Kolaka timur selamatkan tetangga yang terkapar sakit asam lambung

