Brilio.net - Pernah membuat akun baru, lalu bingung menentukan password karena kata sandi lama sudah dipakai di mana-mana? Akhirnya, kamu memakai password yang sama untuk email, media sosial, marketplace, sampai akun kerja. Praktis memang, tetapi kebiasaan ini bisa membuat beberapa akun ikut berisiko jika salah satunya mengalami kebocoran data.

Masalahnya, menghafal banyak password yang berbeda juga bukan perkara mudah. Apalagi kalau ada akun yang jarang dibuka dan baru dibutuhkan saat mengurus dokumen, membayar tagihan, atau masuk ke aplikasi kantor.

Kabar baiknya, kamu tidak harus menghafal semua password satu per satu. Ada cara membuat password yang aman sekaligus lebih mudah dikelola, mulai dari menggunakan frasa sandi hingga memanfaatkan password manager.

Cara Membuat Password yang Aman Tanpa Harus Menghafal Semuanya

Cara bikin password yang aman © 2026 brilio.net

Cara bikin password yang aman
© 2026 brilio.net/Gemini AI

Cara membuat password yang aman adalah menggunakan kata sandi yang panjang, sulit ditebak, dan berbeda untuk setiap akun. Kamu bisa membuat frasa sandi yang mudah diingat untuk akun tertentu atau memakai password manager untuk menghasilkan dan menyimpan password unik secara otomatis.

National Institute of Standards and Technology (NIST), lembaga pemerintah Amerika Serikat yang menyusun panduan teknologi dan keamanan, menekankan pentingnya password yang panjang serta penggunaan password manager untuk membantu pengelolaannya.

Berikut langkah yang bisa kamu terapkan.

1. Buat password yang panjang dan tidak mudah ditebak

Jangan hanya mengandalkan kombinasi nama, tanggal lahir, atau angka yang berurutan. Informasi semacam itu bisa mudah ditebak, terutama jika berkaitan dengan data yang kamu bagikan di media sosial.

Sebagai langkah awal, buat password yang cukup panjang dan tidak berhubungan langsung dengan informasi pribadi. Jika layanan mendukungnya, kamu bisa menggunakan frasa sandi yang terdiri dari beberapa kata yang tidak berkaitan.

2. Gunakan password berbeda untuk setiap akun

Misalnya, password email jangan disamakan dengan password marketplace atau media sosial. Jika satu layanan mengalami kebocoran password, akun lain tidak otomatis ikut terancam karena menggunakan kata sandi yang berbeda.

Prioritaskan akun email utama, akun keuangan, akun kerja, dan akun yang digunakan untuk memulihkan akses ke layanan lain. Email utama khususnya perlu dijaga karena sering menjadi jalur untuk mengatur ulang password akun lain.

3. Pilih cara penyimpanan yang sesuai dengan kebiasaanmu

Kalau hanya mengandalkan ingatan, kamu mungkin tergoda membuat password yang pendek atau mengulang kata sandi lama. Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan password manager, yaitu aplikasi atau fitur yang menyimpan password dengan perlindungan keamanan dan dapat membantu menghasilkan kata sandi unik.

Dengan begitu, kamu tidak perlu menghafal seluruh password. Kamu cukup menjaga akses ke pengelola password tersebut.

Ciri Password Kuat yang Sebaiknya Kamu Gunakan

Password yang kuat bukan sekadar gabungan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Panjang, keunikan, serta tingkat kesulitan untuk menebaknya juga penting.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat kata sandi.

- Cukup panjang: sebagai patokan praktis, pertimbangkan password minimal 15 karakter jika layanan mendukungnya, terutama untuk akun yang hanya dilindungi password.
- Tidak mudah diprediksi: hindari nama sendiri, tanggal lahir, nomor telepon, nama pasangan, atau informasi yang mudah ditemukan di media sosial.
- Tidak memakai pola umum: jangan mengandalkan kombinasi sederhana seperti kata umum yang diikuti angka atau simbol.
- Berbeda dari password akun lain: jangan sekadar menambahkan angka di akhir password lama untuk membuat versi baru.
- Tidak mengandung informasi rahasia yang mudah ditebak: password sebaiknya tidak menggunakan jawaban yang mudah diketahui orang lain.

NIST dalam panduan identitas digitalnya mendorong penggunaan password yang panjang dan tidak mewajibkan aturan komposisi tertentu seperti harus selalu mencampur huruf besar, angka, dan simbol. Namun, setiap layanan bisa mempunyai persyaratan berbeda. Jadi, tetap ikuti ketentuan yang berlaku pada akunmu.

Contoh membuat frasa sandi yang lebih mudah diingat

Frasa sandi atau passphrase merupakan rangkaian beberapa kata yang digunakan sebagai password. Cara ini bisa membantu kamu membuat kata sandi panjang tanpa harus menghafal rangkaian karakter yang sepenuhnya acak.

Contoh berikut hanya ilustrasi pola, bukan password yang disarankan untuk langsung digunakan.

Perbandingan Pola Password dan Tingkat Kemudahannya untuk Ditebak

Kenali pola password yang berisiko dan pilihan yang lebih praktis untuk menjaga keamanan akun.

Pola PasswordContoh IlustrasiCatatan
Nama dan tanggal lahirRina12031990Mudah ditebak jika informasi pribadi tersebut diketahui orang lain.
Kata umum ditambah angkaKopi12345Polanya sederhana dan relatif mudah ditebak oleh pihak yang mencoba membobol akun.
Frasa beberapa kataPayung-Lumut-Kereta-KacaLebih panjang dan dapat lebih kuat jika menggunakan kata-kata yang dipilih secara acak serta tidak mudah diprediksi.
Password acak dari pengelola passwordRangkaian karakter acak yang dibuat aplikasi.Cocok untuk akun yang tidak perlu dihafal. Simpan dengan aman di pengelola password tepercaya.
💡 Tips keamanan: Gunakan password yang panjang dan unik untuk setiap akun. Aktifkan autentikasi dua faktor jika tersedia. Contoh password di tabel hanya ilustrasi, jadi jangan gunakan persis sebagai password akun pribadi.

 

Contoh di atas bukan jaminan bahwa suatu password aman. Untuk akun pribadi, buat kombinasi sendiri yang tidak dipublikasikan dan tidak digunakan ulang. Jika memakai password manager, kamu juga bisa membiarkan aplikasi menghasilkan password acak yang sesuai dengan persyaratan layanan.

Cara Mengelola Banyak Password agar Tidak Mudah Lupa

Setelah membuat password yang berbeda, tantangan berikutnya adalah menyimpannya dengan aman. Ada beberapa cara yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

1. Gunakan password manager

Password manager membantu menyimpan kata sandi akun dalam sebuah tempat yang dilindungi. Beberapa layanan juga bisa menghasilkan password acak, mengisi formulir login secara otomatis, dan menyinkronkan data ant perangkat.

Sebelum memilihnya, periksa reputasi penyedia, fitur keamanan, cara pemulihan akun, dukungan autentikasi multifaktor, dan kecocokannya dengan perangkat yang kamu gunakan.

Jangan lupa membuat password utama atau master password yang kuat. Aktifkan autentikasi multifaktor jika tersedia, sebab pengelola password menyimpan informasi penting yang perlu dilindungi.

2. Manfaatkan fitur penyimpanan bawaan yang tepercaya

Jika tidak ingin memasang aplikasi tambahan, kamu bisa mempertimbangkan pengelola password bawaan dari sistem operasi atau browser yang digunakan. Pastikan perangkat memiliki kunci layar, akun utamanya terlindungi, dan fitur sinkronisasi serta pemulihan akun sudah dipahami.

Hindari menyimpan password dalam dokumen teks biasa yang mudah dibuka, catatan tanpa perlindungan, atau pesan yang dikirim ke diri sendiri. Jika perangkat atau akun tersebut diakses orang lain, kata sandi yang tersimpan bisa ikut terbuka.

3. Aktifkan autentikasi multifaktor

Autentikasi multifaktor (MFA) menambahkan pemeriksaan identitas selain password. Bentuknya dapat berupa aplikasi autentikator, kunci keamanan, atau metode lain yang didukung layanan.

Jika tersedia, aktifkan fitur ini terutama pada email utama, akun keuangan, penyimpanan cloud, dan akun kerja. Dengan begitu, mengetahui password saja tidak selalu cukup untuk masuk ke akun.

4. Periksa password lama secara bertahap

Kamu tidak harus mengganti semua password dalam satu waktu. Mulailah dari akun penting, lalu lanjutkan ke akun lain saat ada waktu.

Urutan yang bisa dipakai:

1. Amankan email utama dan akun pemulihan.
2. Perbarui password akun keuangan dan pembayaran.
3. Periksa akun kerja serta penyimpanan dokumen.
4. Ganti password media sosial dan marketplace.
5. Lanjutkan ke akun lain, termasuk layanan yang jarang digunakan.

Jika kamu menduga sebuah akun sudah diakses orang lain atau password-nya bocor, segera ganti password tersebut. Jika password yang sama digunakan di tempat lain, ganti juga di semua akun terkait.

Kesalahan Membuat Password yang Perlu Dihindari

Beberapa kebiasaan terlihat praktis, tetapi dapat membuat akun lebih rentan.

- Menggunakan satu password untuk semua akun. Kebocoran pada satu layanan dapat membuka peluang akses ke akun lain yang memakai password sama.
- Menyimpan password di tempat terbuka. Catatan yang tidak terlindungi atau file teks biasa dapat dibaca siapa pun yang memperoleh akses ke perangkat.
- Membagikan password melalui chat. Hindari mengirim kata sandi melalui pesan pribadi, termasuk kepada orang yang mengaku membantu mengurus akun.
- Menggunakan komputer umum tanpa keluar dari akun. Jangan menyimpan password pada perangkat bersama. Setelah selesai, keluar dari akun dan pastikan tidak ada sesi login yang tertinggal.
- Mengabaikan pemberitahuan keamanan. Jika layanan memberi tahu adanya login yang tidak dikenal atau dugaan kebocoran, periksa aktivitas akun dan lakukan langkah pengamanan yang diperlukan.

Kamu juga tidak perlu mengganti semua password secara berkala tanpa alasan. Fokuslah pada penggunaan password unik, pengamanan akses, dan penggantian segera jika ada indikasi password telah diketahui orang lain atau mengalami kebocoran.

Checklist mengamankan password mulai hari ini

Gunakan daftar berikut untuk memulai tanpa harus merapikan semua akun sekaligus.

Checklist Mengamankan Password dan Akun Digital

Periksa satu per satu untuk membantu menjaga akun penting tetap aman.

Pastikan email utama memakai password yang unik.
Ganti password yang masih digunakan di beberapa akun.
Hindari password yang menggunakan nama atau tanggal lahir.
Pilih password manager yang sesuai dan pahami cara pemulihan akunnya.
Gunakan password utama yang kuat untuk pengelola password.
Aktifkan autentikasi multifaktor pada akun penting jika tersedia.
Periksa apakah ada aktivitas login yang tidak dikenal.
Pastikan password tidak tersimpan di catatan atau dokumen yang mudah diakses orang lain.
💡 Tips: Dahulukan pengamanan email utama karena akun ini sering digunakan untuk memulihkan akses ke akun digital lainnya.

 

FAQ Seputar Password yang Aman

1. Berapa panjang password yang aman?

Panjang yang diperlukan bergantung pada konteks dan persyaratan layanan. Sebagai patokan praktis, pertimbangkan minimal 15 karakter untuk akun yang hanya mengandalkan password jika layanan mendukungnya. Password juga perlu sulit ditebak dan tidak digunakan ulang.

2. Apakah password boleh menggunakan nama dan tanggal lahir?

Sebaiknya hindari. Nama, tanggal lahir, nomor telepon, dan informasi pribadi lainnya bisa lebih mudah ditebak jika pernah dibagikan secara publik. Pilih kata sandi yang tidak berkaitan langsung dengan identitasmu.

3. Apakah aman menyimpan password di HP?

Bisa menjadi pilihan jika kamu menggunakan pengelola password tepercaya atau fitur penyimpanan bawaan yang dilindungi dengan baik. Amankan perangkat menggunakan kunci layar, jaga akun utama, dan aktifkan autentikasi multifaktor jika tersedia.

4. Apa bedanya password manager dan aplikasi catatan?

Password manager dirancang untuk mengelola kredensial dengan fitur keamanan khusus, seperti penyimpanan terlindungi dan pembuatan password. Aplikasi catatan biasa belum tentu memiliki perlindungan yang sama, terutama jika isinya hanya berupa teks yang bisa dibaca saat aplikasi dibuka.

5. Apakah password harus diganti setiap bulan?

Tidak selalu. Password yang masih unik dan tidak menunjukkan tanda kompromi tidak harus diganti hanya karena sudah digunakan selama periode tertentu. Segera ganti jika ada indikasi kebocoran, akses tidak dikenal, atau layanan meminta tindakan pengamanan tertentu.