Brilio.net - Kreator konten Sabrina Chairunnisa membuka babak baru dalam hidupnya dengan berbagi perjalanan egg freezing atau pembekuan sel telur yang tengah dijalaninya di New York. Pengungkapan ini cukup personal, dan Sabrina mengaku sempat berpikir dua kali sebelum akhirnya memutuskan untuk bercerita secara terbuka.

Hidup "di Luar Prediksi BMKG": dari Summer School hingga Egg Freezing

Sabrina Chairunnisa egg freezing © 2026

Sabrina Chairunnisa egg freezing
© 2026 /Instagram/@sabrinachairunnisa_

Perempuan berusia 33 tahun itu kini memiliki rutinitas baru selama menetap di New York, yakni suntik hormon atau injeksi gonadotropin yang dapat dilakukan secara mandiri selama 10 hingga 12 hari, diikuti konsumsi sejumlah obat untuk merangsang sel telur.

Dalam video yang diunggah ke Instagram pribadinya pada Jumat (22/5/2026), Sabrina menggambarkan bagaimana hidupnya berubah dengan cepat dan tidak terduga.

"Kalau ngomongin perubahan hidup, rasanya hidupku tuh kayak sudah di luar prediksi BMKG. Tiba-tiba summer school, tiba-tiba pindah ke New York, dan sekarang tiba-tiba egg freezing," ungkapnya, dikutip brilio.net dari Instagram @sabrinachairunnisa_.

Dalam video yang ia unggah, Sabrina menyebut dirinya tidak pernah membayangkan hal ini akan menjadi bagian dari kesehariannya.

"Jujur, enggak pernah nyangka ini bakalan jadi kegiatan harianku selama di New York di usia 33," ujarnya sambil menunjukkan momennya sedang “menyuntikkan” sesuatu ke dalam perutnya.

Sempat Enggan, Tapi Visi Empowerment Perempuan Jadi Pendorong

Sabrina Chairunnisa egg freezing © 2026

Sabrina Chairunnisa egg freezing
© 2026 /Instagram/@sabrinachairunnisa_

Sabrina mengakui ada keraguan sebelum akhirnya membuka cerita ini ke publik. Namun satu hal mengingatkannya untuk tetap melanjutkan.

"Dan jujur saja, tadinya aku agak enggan sih untuk ceritain ini semua. Tapi aku ingat, visi misi terbesarku dalam bermedia sosial adalah salah satunya empowering women (memberdayakan perempuan)," ucapnya.

Bagi Sabrina, berbagi perjalanan ini bukan sekadar soal informasi prosedur medis, melainkan juga tentang menyampaikan pesan yang lebih luas kepada sesama perempuan.

"Dari perjalanan ini jadi pengingat buat kita semua kalau timeline orang berbeda. Bukan berarti semua orang terlambat," ucapnya.

Unggahan tersebut mendapat respons antusias dari warganet yang mengapresiasi keterbukaan Sabrina dalam membahas topik yang masih jarang dibicarakan secara publik ini.

Apa Itu Egg Freezing?

Egg freezing adalah prosedur medis untuk membekukan dan menyimpan sel telur perempuan agar bisa digunakan di masa mendatang. Ketika sudah siap hamil, sel telur yang tersimpan akan dicairkan, dibuahi melalui proses bayi tabung, lalu ditanamkan kembali ke dalam rahim.

Usia ideal untuk menjalani prosedur ini berkisar antara 30 hingga 34 tahun. Pada rentang usia tersebut, kualitas sel telur dinilai masih optimal, sementara kesiapan mental dan finansial calon ibu juga umumnya sudah lebih matang.

Sabrina bukan satu-satunya figur publik Indonesia yang menjalani prosedur ini. Sebelumnya, Luna Maya, Olla Ramlan, Dewi Perssik, dan Selvi Kitty juga diketahui telah melalui perjalanan serupa.