Brilio.net - Dinamika hubungan antara Sarwendah dan Ruben Onsu setelah bercerai memasuki fase baru pascamunculnya video kontroversial yang memuat kata-kata kasar, yang pada akhirnya berujung pada penyampaian permohonan maaf dari pihak Sarwendah. Sarwendah Tan menyampaikan permohonan maaf tersebut melalui media sosial pribadinya pada Jumat, 5 Juni 2026.

Respons pihak Ruben Onsu Sarwendah minta maaf © 2026

Respons pihak Ruben Onsu Sarwendah minta maaf
© 2026 Instagram/@sarwendah29

Terkait video klarifikasi yang sedang beredar tersebut, Minola Sebayang selaku kuasa hukum Ruben Onsu memberikan tanggapannya. Dia menegaskan bahwa pihak Ruben tidak dapat memberikan banyak komentar karena menilai permohonan maaf tersebut bukan ditujukan kepada kliennya.

Respons Dingin Pihak Ruben Onsu

Respons pihak Ruben Onsu Sarwendah minta maaf © 2026

Respons pihak Ruben Onsu Sarwendah minta maaf
© 2026 KapanLagi/Fikri Alfi Rosyadi

Minola Sebayang menyampaikan pandangan pihak Ruben terhadap postingan tersebut saat berbincang dengan awak media melalui aplikasi Zoom pada Jumat (5/6/2026).

"Jadi semua materi yang disampaikan oleh S dalam postingan itu, kami melihatnya tidak ada kaitannya sama sekali dengan klien kami, Ruben Onsu," ucap Minola Sebayang, dilansir brilio.net dari KapanLagi, Senin (8/6/2026).

Pihak Ruben menilai bahwa permohonan maaf yang disampaikan wanita berusia 36 tahun itu sekadar ditujukan kepada masyarakat luas. Hal ini dianggap tidak menyelesaikan inti permasalahan yang telah mencederai harga diri kliennya.

Alasan Ketiadaan Kaitannya dengan Masalah Utama

Respons pihak Ruben Onsu Sarwendah minta maaf © 2026

Respons pihak Ruben Onsu Sarwendah minta maaf
© 2026 Instagram/@ruben_onsu

Minola melanjutkan dengan menguraikan mengapa klarifikasi Sarwendah dianggap tidak berkaitan dengan konflik utama yang menyinggung Ruben Onsu.

"Karena tidak ada satu kalimat pun yang menyatakan permohonan maaf kepada Ruben Onsu karena sudah, artinya itu, disindir ya, dengan kata-kata 'cong' misalnya, kemudian dengan kata-kata '200 juta' itu," lanjut Minola.

Kuasa hukum tersebut menekankan kembali mengenai ketiadaan permohonan maaf secara personal kepada orang yang hak asasinya telah dilukai.

"Tapi kan tidak ada satu kalimat pun permintaan maaf kepada orang yang telah dicederai hatinya, harga dirinya di depan publik. Jadi kalau kami melihatnya, itu sah-sah saja, silakan S meng-upload atau memposting video minta maaf tapi tidak ada kaitannya sama sekali dengan klien kami Ruben Onsu," ujar Minola Sebayang.

Walaupun terdapat spekulasi luas di kalangan netizen bahwa ucapan kasar Sarwendah ditujukan kepada mantan suaminya, Ruben Onsu, pihak kuasa hukum Ruben tetap memaparkan argumentasi mereka.

Minola mengakhiri keterangannya dengan menekankan harapan yang tidak terpenuhi dalam postingan tersebut.

"Nah, tapi tidak ada satu ucapan pun yang kami dengar di dalam postingan itu yang meminta maaf kepada Ruben Onsu yang notabene adalah ayah dari anak-anaknya," tutupnya.

Postingan video Sarwendah yang mengundang kontroversi tersebut diduga berakar dari ketegangan mengenai nafkah anak dan hak asuh yang sedang ramai dibicarakan. Sekarang, permohonan maaf yang disampaikannya justru memicu reaksi negatif dari publik berupa seruan pemboikotan terhadap produk-produk yang ia promosikan.

Persoalan ini bermula dari sindiran-sindiran di media sosial yang diduga menyerang kehormatan Ruben Onsu. Polemik mengenai nafkah senilai 200 juta rupiah menjadi salah satu pemicu utama keretakan komunikasi di antara mereka.