Brilio.net - Pemerintah tengah menyiapkan program pembukaan rekening secara massal yang ditujukan kepada lebih dari 200 juta masyarakat Indonesia. Untuk merealisasikan rencana tersebut, anggaran sekitar Rp11 triliun diperkirakan perlu disiapkan dari APBN.
Rencana itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (9/9/2026). Setiap rekening nantinya direncanakan memperoleh dana pembukaan sebesar Rp50 ribu.
Dana Pembukaan Rp50 Ribu per Rekening
Program rekening massal tersebut dirancang dengan pemberian dana awal kepada setiap rekening yang dibuka. Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp11 triliun dengan sasaran lebih dari 200 juta orang.
Airlangga mengatakan sumber pendanaan program berasal dari APBN.
"Dari APBN. Totalnya kalau 200 juta penduduk kan berarti kira-kira USD 600 juta atau sekitar Rp 11 triliun," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, dikutip dari Antara dalam pemberitaan Liputan6.com, Rabu (9/9/2026).
Besaran tersebut masih berupa perkiraan kebutuhan anggaran untuk menjalankan program rekening massal. Pemerintah belum memastikan seluruh anggaran tersebut akan dialokasikan dalam satu tahun anggaran tertentu.
Belum Dipastikan Masuk APBN 2026 atau 2027
Airlangga belum memastikan apakah kebutuhan dana program rekening massal akan dibebankan pada APBN Tahun Anggaran 2026 atau baru dialokasikan melalui APBN 2027.
Artinya, meski pemerintah sudah menyampaikan perkiraan kebutuhan anggaran, pembahasan mengenai sumber dan waktu pengalokasiannya masih berjalan.
Selain persoalan anggaran, pemerintah juga masih membahas mekanisme pelaksanaan program tersebut bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Kita akan siapkan dalam waktu dekat. Roll out-nya kita akan bahas dengan BI dan OJK," kata Airlangga.
Pembukaan Rekening Dilakukan Bertahap
Program tersebut tidak akan langsung diterapkan kepada seluruh sasaran dalam waktu bersamaan. Pemerintah berencana membuka rekening secara bertahap.
Tahap awal implementasi ditargetkan dapat dimulai sebelum akhir 2026. Namun, jadwal yang lebih rinci masih menunggu hasil pembahasan pemerintah bersama BI dan OJK.
Dengan skema bertahap tersebut, pelaksanaan program akan dilakukan secara berproses, bukan sekaligus untuk seluruh masyarakat yang menjadi sasaran.
Program untuk Perluas Akses Perbankan
Pembukaan rekening dalam jumlah besar ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan.
Pemerintah juga mengaitkan program tersebut dengan upaya mendorong inklusi keuangan. Melalui rencana ini, lebih dari 200 juta masyarakat menjadi sasaran program pembukaan rekening.
Meski target penerimanya telah disebutkan, sejumlah detail pelaksanaan masih dalam pembahasan. Pemerintah belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai tahapan pembukaan rekening selain target implementasi awal sebelum akhir 2026.
Karena itu, informasi mengenai pelaksanaan program masih menunggu pembahasan lebih lanjut bersama BI dan OJK.
FAQ
1. Berapa anggaran yang disiapkan untuk program rekening massal?
Pemerintah memperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp11 triliun yang bersumber dari APBN.
2. Siapa sasaran program rekening massal tersebut?
Program tersebut ditujukan kepada lebih dari 200 juta masyarakat Indonesia.
3. Berapa dana pembukaan untuk setiap rekening?
Setiap rekening nantinya direncanakan mendapatkan dana pembukaan sebesar Rp50 ribu.
4. Apakah rekening akan dibuka sekaligus?
Tidak. Pemerintah berencana melaksanakan pembukaan rekening secara bertahap.
5. Kapan program rekening massal mulai diterapkan?
Pemerintah menargetkan implementasi awal dapat dimulai sebelum akhir 2026. Jadwal lebih rinci masih menunggu pembahasan bersama BI dan OJK.
Recommended By Editor
- Warga usia 17 tahun tak cuma dapat KTP, Pemerintah siapkan rekening bank dengan saldo Rp50 ribu
- Desil DTSEN tidak sesuai? Begini cara update data lewat aplikasi Cek Bansos
- Waspada link pendaftaran bansos palsu, catut nama PKH, balita, dan HUT ke-81 RI, jangan asal isi data
- Cara mengetahui Desil 1-10 di Cek Bansos 2026, lengkap arti dan penjelasannya
- BPJS Kesehatan buka suara soal pasien yang sempat tunggu dapat kamar 8 jam, jelaskan aturan rawat inap
- Zulhas minta warung tak perlu khawatir, Koperasi Desa bukan supermarket, murni bantu warga

