Brilio.net - Nama Josepha Alexandra, siswi kelas 11 SMA Negeri 1 Pontianak, menjadi pusat perhatian publik setelah menunjukkan integritasnya dalam ajang Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Meski sempat mengalami kejadian tidak menyenangkan terkait penilaian dewan juri, Josepha kini justru mendapat apresiasi besar berupa tawaran beasiswa pendidikan tinggi ke luar negeri.

Apresiasi tersebut datang langsung dari Anggota DPR/MPR RI, Rifqinizamy Karsayuda. Melalui sambungan telepon, alumnus SMAN 1 Pontianak tersebut menyatakan rasa bangganya atas keberanian Josepha dalam menyuarakan kebenaran selama kompetisi berlangsung.

Tawaran Beasiswa S1 dan Jaminan Kerja di Tiongkok

Josepha Alexandra SMAN 1 Pontianak © 2026

Josepha Alexandra SMAN 1 Pontianak
© 2026 Instagram/@bang.rifqi.mrk

Dalam percakapan tersebut, Rifqinizamy yang merupakan Ketua Komisi II DPR RI itu memberikan kompensasi moral dan dukungan nyata bagi masa depan pendidikan Josepha. Ia menawarkan beasiswa penuh untuk melanjutkan studi di Tiongkok setelah Josepha menyelesaikan pendidikan menengahnya.

"Yang ketiga, kalau Josepha berkenan, Abang mau kasih beasiswa kuliah gratis ke Cina. Nanti tolong kasih tahu orang tua, kalau mau nanti begitu selesai SMA 1, Josepha akan Abang berikan beasiswa sekolah kuliah gratis di Cina dan nanti akan ada pemberian pekerjaan langsung dari berbagai perusahaan multinasional untuk Josepha kalau sudah lulus dari Cina," ujar Rifqinizamy sebagaimana dikutip dari video di Instagram @bang.rifqi.mrk, Selasa (12/5/2026).

Josepha Alexandra SMAN 1 Pontianak © 2026

Josepha Alexandra SMAN 1 Pontianak
© 2026 Instagram/@bang.rifqi.mrk

Tawaran ini diberikan sebagai bentuk penghargaan karena Josepha dinilai sebagai sosok pelajar yang berani mempertahankan prinsip kebenaran di hadapan publik.

Permohonan Maaf Institusional Atas Polemik Penilaian

Josepha Alexandra SMAN 1 Pontianak © 2026

Josepha Alexandra SMAN 1 Pontianak
© 2026 Instagram/@bang.rifqi.mrk

Selain memberikan dukungan pendidikan, Rifqinizamy juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang menimpa Josepha pada babak final wilayah yang mempertemukan SMAN 1 Pontianak dengan dua sekolah lainnya. Polemik bermula ketika jawaban Josepha dianulir oleh juri, padahal jawaban serupa dibenarkan saat disampaikan oleh sekolah lain.

"Saya minta maaf ya, Josepha ya, kalau ada kesalahan dalam proses lomba cerdas cermat kemarin tingkat final di Pontianak, Kalimantan Barat. Nanti secara institusi, Josepha, MPR akan memberikan klarifikasi dan permohonan maaf," tambahnya.

Rifqinizamy juga sebelumnya sempat menyoroti kinerja dewan juri dan meminta pihak terkait untuk melakukan evaluasi mendalam agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan mencederai nilai-nilai intelektual peserta didik.

Dukungan Penuh Untuk Josepha ke Jakarta

Josepha Alexandra SMAN 1 Pontianak © 2026

Josepha Alexandra SMAN 1 Pontianak
© 2026 Instagram/@jsphalxndra

Sebagai kelanjutan dari peristiwa ini, Josepha diundang langsung oleh MPR RI ke Jakarta untuk memulihkan keadaan serta memberikan apresiasi lebih lanjut. Keberangkatan Josepha didampingi oleh pihak sekolah, termasuk Kepala SMAN 1 Pontianak.

Melalui keterangan tertulisnya, Rifqinizamy menegaskan bahwa dukungan terhadap pelajar seperti Josepha sangat penting bagi iklim pendidikan nasional.

"Josepha adalah contoh anak didik kita yang berani menyuarakan dan mempertahankan kebenaran, kita harus mendukungnya," pungkasnya.