Brilio.net - Kondisi Jessica Sofia Tunardjo, mahasiswi semester 10 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana), dilaporkan terus menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Wira Sakti Kupang.

Perkembangan tersebut disampaikan usai Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma mengunjungi Jessica pada Senin (3/8/2026). Kehadiran Wakil Gubernur menjadi bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi NTT sekaligus memberikan dukungan moril selama proses pemulihan.

Wagub NTT Pastikan Kondisi Jessica Semakin Baik

mahasiswi Undana © 2026

mahasiswi Undana
© 2026 biroadpim.nttprov.go.id

Setelah bertemu langsung dengan Jessica, Johni Asadoma menyampaikan bahwa kondisi mahasiswi tersebut mengalami kemajuan, baik secara fisik maupun psikologis.

"Tadi saya menjenguk kondisi anak kita, Jessica. Kondisinya sudah semakin baik, semakin ceria, dan semakin sehat. Saya yakin dalam waktu dekat sudah 100% sehat. Secara fisik maupun psikis saya melihat sudah ada kemajuan," ujar Wagub Johni dilansir brilio.net dari biroadpim.nttprov.go.id, Selasa (4/8/2026).

Menurut Johni, proses pemulihan Jessica memperlihatkan perkembangan yang menggembirakan sehingga diharapkan dapat segera kembali menjalani aktivitas seperti biasa.

Ajak Semua Pihak Menyikapi Kasus dengan Bijak

mahasiswi Undana © 2026

mahasiswi Undana
© 2026 /Instagram/@adpimntt

Dalam kesempatan itu, Johni juga mengajak seluruh pihak agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan terhadap persoalan yang sedang menjadi perhatian publik.

Ia mengatakan telah mendengar penjelasan dari Jessica, namun masih diperlukan pandangan dari pihak lain agar persoalan dipahami secara utuh.

"Tadi saya mendengar cerita versi dari Jessica, dan kita tidak tahu bagaimana versi dari dosennya. Sehingga kita perlu bijak memandang dan menyikapi kondisi ini," ungkapnya.

mahasiswi Undana © 2026

mahasiswi Undana
© 2026 /Instagram/@adpimntt

Pendidikan Harus Mengedepankan Empati

mahasiswi Undana © 2026

mahasiswi Undana
© 2026 /Instagram/@adpimntt

Johni Asadoma menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa lingkungan pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu menjunjung nilai kemanusiaan.

Ia mengimbau para pendidik menjalankan tugas dengan empati dan hati nurani sehingga mahasiswa dapat belajar dalam suasana yang aman dan nyaman.

"Pendidikan bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan budi pekerti. Anak didik harus diperlakukan seperti anak sendiri. Mereka harus belajar dengan rasa aman, nyaman, dan penuh sukacita, bukan dalam tekanan ataupun ketakutan. Dengan demikian, mereka dapat bertumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan unggul," ungkapnya.

Dokter Sebut Keluhan Vertigo Sudah Jauh Berkurang

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Tk. III Wira Sakti Kupang, Letkol Ckm dr. Aan Riswandi, Sp.PK., M.Kes., M.A.R.S., menjelaskan kondisi Jessica terus mengalami kemajuan sejak menjalani perawatan.

Saat pertama kali datang ke rumah sakit, Jessica mengeluhkan pusing berputar atau vertigo yang disertai mual. Setelah memperoleh penanganan medis, keluhan tersebut berangsur membaik.

"Keluhan vertigo yang dialami pasien sudah jauh berkurang. Kondisi umum pasien juga terus membaik. Apabila perkembangannya tetap stabil, diperkirakan dalam satu hingga dua hari ke depan pasien sudah dapat kembali ke rumah untuk melanjutkan pemulihan," jelasnya.

Menurut Aan, saat ini fokus penanganan masih diarahkan pada pemulihan kondisi fisik Jessica. Selama menjalani perawatan, Jessica ditempatkan di ruang rawat VIP agar proses pemulihan berlangsung lebih nyaman dan optimal.

Kasus Jessica Masih Dalam Proses Investigasi Kampus

Nama Jessica Sofia Tunardjo sebelumnya menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan dirinya menangis histeris beredar luas di media sosial.

Peristiwa tersebut dikaitkan dengan dugaan adanya perubahan dosen penguji menjelang pelaksanaan ujian hasil skripsi. Selain itu, beredar pula berbagai narasi di media sosial mengenai proses akademik yang dijalani Jessica.

Menanggapi viralnya kasus tersebut, Universitas Nusa Cendana menyatakan masih melakukan investigasi untuk memastikan kronologi dan fakta yang sebenarnya.

Beberapa waktu lalu, Wakil Rektor IV Undana, Prof. Philiphi de Rozari, sebelumnya membenarkan bahwa Jessica merupakan mahasiswa aktif Program Studi S-1 Kesehatan Masyarakat. Namun, ia menegaskan kampus masih mengumpulkan informasi sebelum menyampaikan hasil resmi kepada publik.

Pihak universitas juga menyatakan akan memberikan sanksi apabila hasil investigasi nantinya menemukan adanya pelanggaran dalam proses akademik.