Brilio.net - Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Jember, Achmad Syahri Assidiqi, secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada publik setelah video dirinya yang sedang bermain game dan merokok saat rapat kerja menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (11/5/2026), ketika Komisi D tengah mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas persoalan krusial kesehatan masyarakat, mulai dari penanganan stunting, wabah campak, hingga upaya menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Jember.

Pengakuan Khilaf Legislator Muda

Achmad Syahri Assidiqi Minta Maaf © 2026

Achmad Syahri Assidiqi Minta Maaf
© 2026 Dok Achmad Syahri Assidiqi

Setelah sempat mendapatkan sorotan tajam dari masyarakat, Syahri akhirnya memberikan pernyataan terbuka pada Rabu (13/5/2026). Ia mengakui bahwa tindakan tersebut merupakan sebuah kesalahan etis yang dilakukan di tengah menjalankan tugas kedewanan.

"Saya Achmad Syahri Assidiqi, anggota DPRD Komisi D Kabupaten Jember, dengan rendah hati meminta maaf, memohon maaf kepada masyarakat Jember khususnya, kepada Ketua Umum Gerindra, dan juga kepada DPP Gerindra atas apa yang sudah beredar," ungkap Syahri dalam pernyataannya, seperti dikutip brilio.net dari Liputan6, Kamis (14/5/2026).

Sebagai salah satu anggota legislatif termuda, Syahri menyadari bahwa perilakunya telah mencederai marwah institusi DPRD Jember. Ia menegaskan tidak akan mengelak dari segala konsekuensi yang akan muncul akibat perbuatannya tersebut.

"Saya sadar apa yang saya lakukan, saya khilaf. Semoga ini menjadi pembelajaran dalam hidup saya. Saya siap disanksi oleh partai dan juga oleh DPRD Kabupaten," tuturnya lebih lanjut.

Menghadapi Proses Sidang Mahkamah Partai

Achmad Syahri Assidiqi Minta Maaf © 2026

Achmad Syahri Assidiqi Minta Maaf
© 2026 Dok Achmad Syahri Assidiqi

Dampak dari insiden ini, DPP Partai Gerindra telah melayangkan panggilan kepada putra mantan anggota DPR RI, Achmad Fadil Muzakki Syah tersebut. Syahri dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan di Mahkamah Partai pada Jumat (15/5/2026) untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan internal organisasi.

Syahri berharap kejadian ini menjadi titik balik bagi dirinya untuk memperbaiki kualitas kerja sebagai wakil rakyat ke depannya.

"Saya sebagai anak muda juga banyak kekurangan. Semoga ke depannya ini tidak terulang lagi dalam hidup saya. Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya kepada masyarakat Jember. Ini pembelajaran dalam hidup saya," pungkasnya.