Brilio.net - Memiliki persediaan seledri segar di rumah ternyata tidak harus dimulai dari membeli bibit atau menyiapkan lahan yang luas. Salah satu cara yang cukup praktis adalah memanfaatkan sisa batang seledri yang biasanya langsung dibuang setelah digunakan untuk memasak.

Selain membantu mengurangi limbah dapur, metode ini juga menjadi solusi hemat bagi yang ingin mulai berkebun dari rumah. Dengan perawatan sederhana, bonggol seledri dapat tumbuh kembali menjadi tanaman baru yang siap dipanen untuk kebutuhan sehari-hari.

Seledri (Apium graveolens) termasuk tanaman yang relatif mudah dibudidayakan di iklim tropis seperti Indonesia. Karena itu, tanaman ini cocok dijadikan pilihan bagi pemula yang baru belajar berkebun menggunakan pot atau polybag. Berikut detail penjelasannya dilansir dari Liputan6, Selasa (2/6/2026).

1. Pilih Pangkal Batang Seledri yang Masih Segar

Tahap pertama yang menentukan keberhasilan penanaman adalah memilih pangkal batang yang masih dalam kondisi baik. Gunakan bagian bawah seledri yang baru dibeli dan sisakan sekitar 5 cm dari pangkal batang.

Bagian ini nantinya akan menjadi titik tumbuh akar dan tunas baru. Hindari menggunakan bonggol yang sudah layu, menghitam, atau menunjukkan tanda-tanda pembusukan karena dapat menghambat pertumbuhan.

Semakin segar kondisi pangkal batang yang digunakan, semakin besar peluang munculnya tunas baru dalam waktu singkat.

2. Rendam dalam Air hingga Muncul Akar

Setelah pangkal batang dipotong, letakkan di wadah berisi air bersih. Posisi air cukup merendam bagian bawah batang tanpa menenggelamkan seluruh bonggol.

Ganti air secara rutin setiap satu hingga dua hari sekali agar tetap bersih dan tidak memicu pembusukan.

Biasanya dalam waktu sekitar satu minggu akan mulai terlihat tunas kecil di bagian tengah bonggol serta akar-akar baru di bagian bawah. Tahap ini penting karena akar yang sehat akan membantu tanaman beradaptasi lebih cepat saat dipindahkan ke media tanam.

3. Pindahkan Bibit ke Media Tanam

Saat akar dan tunas sudah tumbuh dengan baik, bibit seledri siap dipindahkan ke media tanam permanen. Umumnya proses pemindahan dapat dilakukan setelah bibit berumur sekitar dua minggu sejak masa perendaman.

Buat lubang tanam di bagian tengah media, lalu tanam bonggol secara hati-hati agar akar tidak rusak. Setelah itu, tutup kembali dengan media tanam secukupnya.

Posisi tanaman yang berada tepat di tengah wadah akan membantu pertumbuhan akar dan daun berlangsung lebih merata.

4. Siapkan Media Tanam yang Gembur dan Subur

Media tanam menjadi faktor penting yang memengaruhi perkembangan seledri. Tanaman ini menyukai tanah yang gembur, subur, dan memiliki drainase baik.

Campurkan tanah, kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Setelah tercampur rata, ayak media untuk memisahkan bagian yang terlalu kasar.

Kandungan bahan organik dari kompos dan pupuk kandang membantu menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk membentuk batang dan daun yang sehat.

Sebagai tambahan, media tanam yang terlalu padat dapat menghambat pertumbuhan akar sehingga seledri tumbuh kerdil dan kurang produktif.

5. Tanam di Pot atau Polybag

Bagi yang tidak memiliki pekarangan luas, seledri tetap bisa dibudidayakan menggunakan pot maupun polybag.

Masukkan media tanam hingga sekitar tiga perempat bagian wadah. Sisakan ruang agar proses penyiraman lebih mudah dan akar memiliki tempat berkembang.

Pilih wadah yang memiliki lubang drainase pada bagian bawah untuk mencegah genangan air. Kondisi media yang terlalu basah dalam waktu lama dapat menyebabkan akar membusuk.

6. Lakukan Perawatan Secara Rutin

Seledri tidak memerlukan perawatan yang rumit, tetapi tetap membutuhkan perhatian secara berkala agar tumbuh optimal.

Perawatan dasar meliputi:

- Menyiram tanaman secara teratur.
- Memberikan pupuk tambahan secara berkala.
- Membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman.
- Melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit.

Untuk mempertahankan hasil panen yang lebih alami, penggunaan biopestisida bisa menjadi pilihan.

Perhatikan pula kondisi daun dan batang. Daun yang menguning sering kali disebabkan oleh media yang terlalu basah, kurang sinar matahari, atau kekurangan nutrisi. Sementara itu, batang yang tumbuh kecil biasanya berkaitan dengan media tanam yang terlalu padat atau kebutuhan hara yang belum tercukupi.

7. Panen dengan Teknik "Cut-and-Come-Again"

Salah satu keunggulan menanam seledri adalah kemampuannya untuk dipanen berkali-kali.

Panen pertama biasanya dapat dilakukan saat tanaman berumur sekitar 80–100 hari setelah tanam. Jika berasal dari bonggol bekas yang sudah bertunas, panen dapat dilakukan lebih cepat, yakni sekitar 6–8 minggu.

Saat memanen, potong bagian batang di atas pangkal akar. Teknik ini dikenal sebagai "cut-and-come-again" karena memungkinkan tanaman menghasilkan tunas dan daun baru setelah dipanen.

Dengan metode tersebut, satu tanaman seledri dapat dimanfaatkan berulang kali tanpa harus menanam ulang dari awal.

Tips Tambahan Agar Seledri Lebih Rimbun

Selain langkah dasar di atas, ada beberapa cara sederhana yang dapat membantu pertumbuhan seledri menjadi lebih subur:

- Letakkan tanaman di area yang mendapat sinar matahari pagi.
- Jaga kelembapan media tanam agar tidak terlalu kering.
- Tambahkan kompos matang setiap beberapa minggu.
- Pangkas daun tua yang mulai menguning agar energi tanaman terfokus pada pertumbuhan tunas baru.
- Hindari menanam terlalu rapat jika menanam lebih dari satu tanaman dalam satu wadah.

Dengan perawatan yang konsisten, seledri dapat tumbuh rimbun dan menghasilkan daun segar sepanjang musim.

FAQ

1. Berapa lama bonggol seledri mengeluarkan tunas baru?

Biasanya tunas mulai muncul dalam waktu 5–10 hari setelah bonggol direndam dalam air dengan perawatan yang baik.

2. Apakah seledri bisa ditanam hanya dengan air tanpa tanah?

Bisa untuk sementara waktu. Namun agar tumbuh besar dan produktif, tanaman tetap perlu dipindahkan ke media tanam yang mengandung nutrisi.

3. Apakah seledri membutuhkan sinar matahari penuh?

Seledri membutuhkan cahaya matahari yang cukup, terutama pada pagi hari. Namun tanaman ini tetap perlu perlindungan dari paparan panas berlebihan saat siang.

4. Kenapa daun seledri menguning setelah dipindah tanam?

Penyebabnya bisa karena stres saat pemindahan, kelebihan air, kurang cahaya matahari, atau kekurangan unsur hara.

5. Berapa kali satu tanaman seledri bisa dipanen?

Jika dirawat dengan baik, seledri dapat dipanen berulang kali menggunakan metode potong-tumbuh kembali atau cut-and-come-again.