Brilio.net - Suasana haru mewarnai sesi dialog “Kuliah Umum “Inovasi dan Kolaborasi Generasi Muda Menuju Swasembada Pangan”” antara Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dengan sivitas akademika Universitas Sumatera Utara (USU) pada Rabu (15/7/2026). Seorang mahasiswa yang sehari-hari berjualan mochi keliling kampus guna membiayai kuliahnya mendapatkan bantuan modal usaha serta jaminan beasiswa pendidikan hingga tamat dari Kementerian Pertanian.

Dari Isu Agraria hingga Kelangkaan Bahan Mochi

Sesi tanya jawab semula membahas persoalan serius mengenai konflik agraria di Labuhanbatu, Sumatera Utara, yang mengakibatkan seorang petani sawit meninggal dunia. Menanggapi hal tersebut, Mentan Amran langsung meminta pihak kepolisian dan pemerintah daerah setempat untuk mengusut tuntas serta memberikan keadilan bagi petani kecil. Arahan disampaikan langsung pada Kapolda dalam forum tersebut.

Usai menyampaikan aspirasi terkait perlindungan petani, mahasiswa tersebut beralih menceritakan pengalamannya sebagai pelaku wirausaha muda di lingkungan kampus. Perjuangan usahanya sempat terkendala akibat pasokan bahan baku tepung ketan yang melangka di pasaran.

“Tepung ketan tuh langka. Jadi, apakah ada solusi, Pak, dari Kementerian Pertanian agar bahan-bahan pokok itu Pak tetap stabil gitu, Pak. Karena saya selaku pelaku wirausaha, apalagi UMKM kecil gitu, Pak, keliling kampus gitu, susah banget, Pak,” curhat mahasiswa tersebut.

Mahasiswa USU Jualan Mochi Dapat Beasiswa Mentan Amran © 2026

Mahasiswa USU Jualan Mochi Dapat Beasiswa Mentan Amran
© 2026 /YouTube Universitas Sumatera Utara

Dalam dialog tersebut, mahasiswa yang merupakan anak dari seorang buruh harian lepas itu mengungkapkan bahwa modal harian yang dikeluarkan untuk berjualan mochi hanya sekitar Rp50.000, dengan hasil keuntungan harian mencapai Rp200.000 hingga Rp300.000.

Mendengar kegigihan tersebut, Mentan Amran memberikan apresiasi berupa dana modal usaha sebesar Rp5 juta secara langsung. Mahasiswa tersebut tidak kuasa menahan air mata atas perhatian yang diberikan.

"Ini, Nak, simpan Rp100.000, ini Rp5 juta pakai modal ya. Saya bangga dengan kamu," ujar Mentan Amran di tengah tepuk tangan para hadirin, dikutip brilio.net dari YouTube Universitas Sumatera Utara, Senin (20/7/2026).

Mahasiswa USU Jualan Mochi Dapat Beasiswa Mentan Amran © 2026

Mahasiswa USU Jualan Mochi Dapat Beasiswa Mentan Amran
© 2026 /YouTube Universitas Sumatera Utara

"Mau menangis, Pak. Mau menangis, Pak. Makasih banyak, Pak. Alhamdulillah, Pak," tutur mahasiswa tersebut merespons bantuan yang diterimanya. Ia pun tak kuasa menahan tangis dalam pelukan Mentan.

Mahasiswa USU Jualan Mochi Dapat Beasiswa Mentan Amran © 2026

Mahasiswa USU Jualan Mochi Dapat Beasiswa Mentan Amran
© 2026 /YouTube Universitas Sumatera Utara

Beasiswa Pendidikan dan Kenangan Masa Sulit

 

Melihat semangat pantang menyerah sang mahasiswa, Mentan Amran langsung menginstruksikan jajarannya untuk menanggung seluruh biaya kuliah mahasiswa tersebut sampai menyelesaikan studi.

“Pak Direktur, ini bukan Anda yang minta, kasih dia beasiswa sampai selesai. Ya? Kasih beasiswa ya. Sampai... sampai ini kalau Bapak tidak bisa... tidak sesuai regulasi, langsung ke yayasan saya,” ujar Amran.

Amran menegaskan, jika terdapat kendala administratif regulasi anggaran negara, pembiayaan akan ditanggung secara pribadi melalui yayasan atau perusahaan miliknya.

Mahasiswa USU Jualan Mochi Dapat Beasiswa Mentan Amran © 2026

Mahasiswa USU Jualan Mochi Dapat Beasiswa Mentan Amran
© 2026 /YouTube Universitas Sumatera Utara

Amran kemudian membagikan pengalaman hidupnya yang juga pernah berada di titik terendah, mulai dari berjualan ikan, beras, hingga bekerja kasar dan tidur di masjid.

Mahasiswa USU Jualan Mochi Dapat Beasiswa Mentan Amran © 2026

Mahasiswa USU Jualan Mochi Dapat Beasiswa Mentan Amran
© 2026 /YouTube Universitas Sumatera Utara

Lebih lanjut, Amran memberikan motivasi kepada mahasiswa tersebut.

"Kamu berjuang. Lanjutkan itu berjuang. Jangan... kamu pasti dihina orang, nggak usah peduli. Itu tantangannya. InsyaAllah kamu akan berhasil," tutur Amran memberikan motivasi.

Mahasiswa USU Jualan Mochi Dapat Beasiswa Mentan Amran © 2026

Mahasiswa USU Jualan Mochi Dapat Beasiswa Mentan Amran
© 2026 /YouTube Universitas Sumatera Utara

Muliakan Ibu dan Menjaga Integritas

Mahasiswa USU Jualan Mochi Dapat Beasiswa Mentan Amran © 2026

Mahasiswa USU Jualan Mochi Dapat Beasiswa Mentan Amran
© 2026 /YouTube Universitas Sumatera Utara

Di akhir pembicaraan, Amran menekankan pentingnya menjaga integritas serta memuliakan orang tua dalam meraih kesuksesan hidup. Pengalaman prihatin dari bawah dinilai membentuk karakter kepemimpinan yang peka terhadap penderitaan rakyat kecil.

Mahasiswa USU Jualan Mochi Dapat Beasiswa Mentan Amran © 2026

Mahasiswa USU Jualan Mochi Dapat Beasiswa Mentan Amran
© 2026 /YouTube Universitas Sumatera Utara

"Yang malu adalah kalau makan uang haram. Yang malu adalah mengambil haknya orang. Ibu saya pesan cuma satu, 'Nak, Nak, kalau... kalau harus ajal menjemputmu karena kamu menghindari makan orang... hak orang lain, nggak apa-apa.' Jangan pernah kamu ambil haknya orang lain. Dan anak-anakku mau berhasil, muliakan ibumu," tegas Mentan.

Mahasiswa USU Jualan Mochi Dapat Beasiswa Mentan Amran © 2026

Mahasiswa USU Jualan Mochi Dapat Beasiswa Mentan Amran
© 2026 /YouTube Universitas Sumatera Utara

Selain bantuan tunai dan beasiswa, Mentan juga menitipkan sejumlah uang untuk ibunda mahasiswa yang berjualan mochi tersebut. Lebih dari itu, Amran juga berencana menyalurkan bantuan bibit beras ketan kepada kelompok tani terkait guna menjaga kestabilan pasokan bahan baku lokal dan mengurangi ketergantungan impor. Hal ini disampaikan Amran ketika bertanya pada si mahasiswa apakah keluarga masih punya sawah untuk ditanami beras ketan, maka bibitnya akan dipasok langsung dari Kementerian Pertanian.