Brilio.net - Presiden Prabowo Subianto akhirnya datang langsung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (26/8/2026), 11 hari setelah gempa bumi berkekuatan M7,7 mengguncang wilayah Flores dan sekitarnya. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo memimpin rapat penanganan dampak gempa di Yonif 834/WM, Kabupaten Nagekeo.

Kehadiran Prabowo ke NTT sekaligus menjawab alasan dirinya tidak langsung mendatangi wilayah terdampak pada hari-hari pertama setelah gempa. Prabowo mengatakan keputusan tersebut memang disengaja agar jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait bisa lebih leluasa menangani warga tanpa terganggu agenda kunjungan pejabat pusat.

Prabowo sengaja tidak datang di awal bencana

Prabowo kunjungi NTT © 2026

Prabowo kunjungi NTT
© 2026 /YouTube/Sekretariat Presiden

Prabowo menjelaskan, pada masa awal setelah gempa, prioritas pemerintah adalah memastikan pelayanan kepada warga terdampak berjalan. Karena itu, ia memilih memberikan ruang kepada berbagai instansi untuk bekerja langsung di lapangan.

"Memang sengaja saya di awal-awal saya tidak mau datang karena saya mau beri kesempatan semua instansi untuk melayani rakyat langsung," kata Prabowo saat memimpin rapat penanganan gempa bumi NTT di Nagekeo, Rabu (26/8/2026), dilansir brilio.net dari Liputan6.com.

Menurut Prabowo, kondisi pada hari-hari pertama setelah bencana membutuhkan konsentrasi penuh dari pemerintah daerah dan petugas di lapangan. Kehadiran pejabat pusat dalam jumlah banyak dikhawatirkan justru membuat perhatian jajaran daerah terbagi.

Tak ingin pejabat daerah sibuk menyambut pejabat pusat

Prabowo menilai kedatangan pejabat pusat ke lokasi bencana tidak selalu otomatis membuat penanganan lebih efektif. Ada kemungkinan pejabat daerah harus mengalokasikan waktu untuk menjemput, mendampingi, atau menyiapkan agenda bagi pejabat yang datang.

"Kadang-kadang kalau terlalu banyak pejabat pusat datang terpecah konsentrasi. Jadi pejabat daerah harus menjemput dan sebagainya," katanya.

Menurut Prabowo, kondisi tersebut berpotensi menggeser perhatian dari kebutuhan utama warga yang sedang terdampak bencana. Karena itu, ia memilih tidak datang secara langsung pada fase awal dan menyerahkan penanganan lapangan kepada instansi terkait.

Pemerintah pusat tetap memantau dari jauh

Meski tidak langsung hadir di NTT, Prabowo menegaskan pemerintah pusat tetap mengikuti perkembangan situasi setelah gempa. Pemerintah pusat juga mengerahkan bantuan serta pelayanan yang dibutuhkan untuk warga terdampak.

"Kalau kita datang habis itu hanya lihat bencana tapi nggak bisa mengatasi, enggak bisa kirim bantuan, ya itu akhirnya kurang efektif," ujarnya.

Bagi Prabowo, kehadiran pemerintah tidak hanya diukur dari kunjungan langsung ke lokasi bencana. Bantuan dan pelayanan yang bisa segera diterima warga menjadi bagian penting dalam penanganan kondisi pascabencana.

Prabowo apresiasi petugas penanganan gempa NTT

Dalam rapat tersebut, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan gempa NTT. Jajaran yang disebut antara lain BNPB, kementerian terkait, TNI-Polri, Basarnas, dan BPBD.

"Jadi setelah saya dapat laporan saudara-saudara, saya memantau, kita sudah berbuat maksimal. Tentunya kita ingin berbuat lebih, ya," katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada petugas yang telah bekerja menangani dampak gempa sejak awal kejadian.

"Sampaikan terima kasih saya atas nama pemerintah pusat kepada seluruh saudara sekalian semuanya yang telah bekerja sangat keras, reaksi cepat," ucap Prabowo.

Presiden serahkan bantuan

Sebagai bagian dari penanganan gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), Presiden Prabowo Subianto juga menyalurkan bantuan kemasyarakatan senilai Rp200 miliar. Dilansir dari setneg.go.id, dana tersebut dialokasikan Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT dan Rp20 miliar untuk masing-masing dari delapan kabupaten terdampak di Pulau Flores, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur.

Saat memimpin rapat penanganan bencana di Posko Penanganan Gempa Bumi, Batalyon Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Rabu (26/8/2026), Prabowo meminta bantuan tersebut digunakan secara tepat untuk mendukung proses penanganan dan membantu warga terdampak. Dalam rapat itu, Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto turut memastikan dana Rp20 miliar untuk masing-masing kabupaten telah diterima oleh pemerintah daerah.

FAQ

1. Kapan Prabowo mengunjungi NTT setelah gempa?

Prabowo datang langsung ke NTT pada Rabu, 26 Agustus 2026, atau sekitar 11 hari setelah gempa yang mengguncang Flores dan wilayah sekitarnya.

2. Di mana Prabowo memimpin rapat penanganan gempa NTT?

Prabowo memimpin rapat penanganan dampak gempa di Yonif 834/WM, Kabupaten Nagekeo, NTT.

3. Apa alasan Prabowo tidak langsung datang ke lokasi gempa?

Prabowo mengatakan ingin memberi kesempatan kepada pemerintah daerah dan instansi terkait untuk fokus memberikan pelayanan kepada warga pada masa awal bencana.

4. Siapa saja yang terlibat dalam penanganan gempa NTT?

Penanganan melibatkan sejumlah unsur, termasuk BNPB, kementerian terkait, TNI-Polri, Basarnas, dan BPBD.

5. Apa yang dilakukan pemerintah pusat selama Prabowo belum datang ke NTT?

Pemerintah pusat tetap memantau perkembangan kondisi di lapangan serta mengerahkan pelayanan dan bantuan bagi warga terdampak gempa.