Brilio.net - Jagung manis bisa dibudidayakan di kebun maupun pekarangan rumah selama kebutuhan dasarnya terpenuhi. Tanaman ini membutuhkan tanah yang subur dan memiliki drainase baik, mendapat cukup sinar matahari, serta memperoleh air dan nutrisi secara teratur.

Selain pemilihan benih, hasil panen juga dipengaruhi pola penanaman. Jagung tidak hanya membutuhkan ruang untuk tumbuh, tetapi juga pola tanam yang mendukung proses penyerbukan agar setiap tongkol dapat terisi biji secara merata.

1. Siapkan benih dan media tanam yang sesuai

Langkah pertama adalah memilih benih jagung manis berkualitas dari sumber tepercaya. Benih yang baik umumnya memiliki ukuran relatif seragam, tidak berjamur, tidak rusak, serta masih dalam masa simpan yang dianjurkan.

Sementara itu, tanah perlu dibuat gembur sebelum digunakan. Cangkul atau olah tanah hingga kedalaman sekitar 15–20 cm, kemudian campurkan kompos atau pupuk kandang yang sudah matang untuk meningkatkan kandungan bahan organik.

Jagung manis dapat tumbuh pada tanah dengan pH sekitar 5,8–7,0. Media juga perlu memiliki drainase yang baik supaya air tidak menggenang di sekitar akar.

KebutuhanRekomendasi
Kondisi tanahGembur, subur, kaya bahan organik.
Kedalaman pengolahan tanahSekitar 15–20 cm.
pH tanahSekitar 5,8–7,0.
Sinar matahariTerpapar penuh.
Media potCampuran tanah, sekam, dan kompos.

 

Untuk lahan terbatas, jagung juga dapat ditanam menggunakan pot atau wadah berukuran cukup besar. Pastikan wadah memiliki lubang drainase agar kelebihan air dapat keluar.

2. Tanam ketika kondisi tanah sudah mendukung

Jagung membutuhkan kondisi tanah yang cukup hangat agar benih dapat berkecambah dengan baik. Penanaman sebaiknya dilakukan ketika lahan tidak tergenang dan kondisi cuaca mendukung.

Buat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 3–5 cm. Jarak tanam dapat disesuaikan dengan kondisi lahan, salah satunya sekitar 20 cm dalam barisan dengan jarak antarbaris sekitar 70–75 cm.

Satu lubang dapat diisi satu hingga dua benih. Setelah itu, tutup menggunakan lapisan tanah tipis dan siram secukupnya.

Benih juga dapat dikecambahkan terlebih dahulu menggunakan media lembap apabila ingin membantu menyeragamkan pertumbuhan. Namun, cara ini bukan keharusan selama benih berkualitas dan kondisi tanah sesuai.

3. Gunakan pola tanam beberapa baris

Salah satu hal penting dalam budidaya jagung adalah memperhatikan pola penanamannya. Sebisa mungkin hindari menanam jagung hanya dalam satu baris panjang.

Jagung melakukan penyerbukan dengan bantuan angin. Serbuk sari dari bunga jantan perlu mencapai rambut pada tongkol agar biji dapat terbentuk.

Karena itu, penanaman dalam beberapa baris yang berdekatan atau membentuk blok dapat membantu meningkatkan peluang terjadinya penyerbukan. Pola ini juga bisa diterapkan ketika menanam jagung di pekarangan dengan lahan terbatas.

4. Rawat tanaman sampai tongkol terbentuk

Setelah tanaman tumbuh, kebutuhan air dan nutrisi perlu diperhatikan secara rutin. Jagung memiliki akar yang relatif dangkal sehingga kekurangan air dapat memengaruhi pertumbuhan, terutama ketika tanaman memasuki fase pembungaan dan pembentukan tongkol.

Penyiraman sebaiknya diarahkan ke area tanah di sekitar akar. Hindari kondisi tanah terlalu kering maupun terus-menerus tergenang.

Pemupukan juga perlu disesuaikan dengan fase pertumbuhan. Nitrogen dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan daun dan batang, sedangkan kebutuhan nutrisi lainnya perlu diperhatikan ketika tanaman mulai membentuk tongkol.

Gulma di sekitar tanaman perlu dibersihkan karena dapat mengambil air dan unsur hara. Tanah di sekitar pangkal batang juga bisa ditimbunkan kembali untuk membantu memperkuat tanaman.

Tahap perawatanHal yang perlu diperhatikan
PenyiramanJaga kelembapan tanah, terutama saat pembungaan.
PemupukanSesuaikan dengan fase pertumbuhan.
PenyianganBersihkan gulma secara berkala.
PembumbunanTambahkan tanah di sekitar pangkal jika diperlukan.
PenyerbukanTanam dalam blok dan bantu secara manual bila diperlukan.
Hama dan penyakitPantau ulat, kutu daun, penggerek, bulai, dan hawar daun.

 

Ketika angin sangat tenang atau jumlah tanaman sedikit, proses penyerbukan dapat dibantu dengan menggoyangkan tanaman secara perlahan. Cara lainnya adalah memindahkan serbuk sari dari bunga jantan menuju rambut tongkol secara manual.

5. Perhatikan waktu panen dan segera olah

Jagung manis umumnya dapat dipanen sekitar 60–75 hari setelah ditanam, meski waktu sebenarnya bergantung pada varietas dan kondisi pertumbuhan.

Salah satu tanda tongkol siap dipanen adalah kondisi rambut jagung yang sudah mengering dan berubah warna. Kematangan juga dapat diperiksa dengan menekan salah satu biji menggunakan kuku. Jika cairan yang keluar berwarna putih seperti susu, jagung umumnya berada pada tahap yang sesuai untuk dipanen sebagai jagung manis.

Waktu panen penting karena kualitas rasa dapat berubah setelah tongkol dipetik. Kandungan gula pada biji secara bertahap berubah menjadi pati sehingga rasa manisnya dapat berkurang.

Karena itu, setelah dipanen, jagung sebaiknya segera dikonsumsi atau diolah agar kualitas rasa tetap terjaga.

FAQ

1. Apakah jagung manis bisa ditanam di dalam pot?

Bisa. Gunakan pot atau wadah yang cukup besar dengan lubang drainase dan media tanam yang gembur. Jumlah tanaman perlu disesuaikan dengan kapasitas wadah agar tidak terlalu padat.

2. Kenapa tongkol jagung bisa tidak terisi penuh?

Salah satu penyebabnya adalah penyerbukan yang tidak berlangsung merata. Kondisi tersebut lebih mungkin terjadi ketika tanaman hanya ditanam sedikit atau dalam satu baris sehingga serbuk sari tidak banyak mencapai rambut tongkol.

3. Berapa lama jagung manis mulai bisa dipanen?

Banyak varietas jagung manis dapat dipanen sekitar 60–75 hari setelah penanaman. Namun, patokan tersebut dapat berbeda berdasarkan varietas, cuaca, kesuburan tanah, dan perawatan.

4. Apakah jagung manis harus terkena sinar matahari langsung?

Jagung membutuhkan paparan sinar matahari yang cukup untuk mendukung pertumbuhan. Karena itu, pilih lokasi yang tidak terlalu ternaungi oleh bangunan atau tanaman lain.

5. Apakah jagung manis bisa ditanam berdekatan dengan jenis jagung lain?

Perlu diperhatikan karena jagung mudah mengalami penyerbukan silang. Jika ingin mempertahankan karakteristik varietas tertentu, jenis jagung yang berbeda sebaiknya diberi jarak atau diatur waktu tanamnya agar periode pembungaan tidak bersamaan.